PONTIANAK
- KPERS, Polri memperkuat penanganan masalah kebakaran hutan dan lahan
yang menimpa Kalimantan Barat. Dengan mengerahkan 300 personel Brimob
yang didatangkan dari Kaltim dan Bali, langkah Polri ini diharapkan
mampu mendukung penanganan karhutla dilapangan secara terpadu dan
terukur.
190 Orang Brimob didatangkan dari Kalimantan Timur dan 110 lainya dari Bali.
Pengerahan
300 personel Brimob dari dua wilayah tersebut menjadi bagian dari
strategi polri untuk memperkuat respon eskalasi kebakaran hutan dan
lahan di Kalbar.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir
mengatakan, " Pengerahan pasukan Brimob ini merupakan bentuk respon
cepat Polri dalam menterjemahkan kebijakan Nasional ke dalam langkah
operasional di lapangan.
“Polri terus memperkuat mitigasi sejak dini
melalui patroli terpadu, penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan personel,
pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga,
pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya
adalah mencegah kebakaran sebelum meluas sekaligus mengurangi dampak
terhadap masyarakat,” ujar Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
Menurut
Isir, penanganan karhutla tidak hanya berhenti pada upaya pemadaman
ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mencakup pencegahan, penegakan
hukum terhadap pelaku pembakaran, hingga pemulihan pascabencana.
Pemberangkatan
personel dari Kaltim dan Bali sekaligus menunjukkan solidaritas dan
kesiapsiagaan Polri dalam mendukung penanganan bencana lintas wilayah.
Mobilisasi kekuatan Brimob ini diharapkan dapat membantu Polda Kalbar
bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam mengendalikan
titik api serta meminimalkan dampak karhutla terhadap masyarakat dan
lingkungan.
Langkah tersebut juga menegaskan komitmen Polri untuk
hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat, dengan mengedepankan
kecepatan respons, sinergi lintas instansi, serta upaya pencegahan agar
kebakaran hutan dan lahan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih
luas.
Sumber: Div Humas Mabes Polri
Komentar