JAKARTA - KPERS, Indonesia Sedang memantapkan langkah dalam membenahi sistem pelayanan digital sistem.
Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Indonesia mengundang mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Meski ini bukan kali pertama beliau ke Indonesia, membahas tentang bagaimana teknologi bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui birokrasi yang lebih melayani.
Luhut mengakui adanya lompatan besar yang sedang bersama-sama dikerjakan oleh Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintahan. "Ini adalah strategi utama kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi demi lepas dari Middle Income Trap menuju Indonesia Emas 2045", tegas Luhut.
Luhut menceritakan, dulu, untuk memverifikasi apakah seorang warga miskin berhak menerima bantuan sosial, birokrasinya bisa memakan waktu 75 hingga 200 hari. Sangat lama dan melelahkan bagi rakyat yang sedang kesusahan. Namun hari ini, lewat uji coba digitalisasi di Banyuwangi, waktu tunggu itu berhasil kita pangkas total menjadi hanya dalam hitungan menit.
Informasi ini disampaikan Luhut kepada Tony sembari mengajak beliau untuk melihat langsung piloting sistem digitalisasi bansos yang sudah menjangkau 43 kabupaten/kota di 26 provinsi. Dengan melibatkan 140 ribu petugas lapangan dan menyentuh 38,7 juta orang.
Target kami jelas: "full national rollout" pada Oktober 2026. Indonesia sedang membangun fondasi Infrastruktur Digital Publik (DPI) yang solid, dimulai dari Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang menopang verifikasi biometrik bansos untuk mencegah fraud. Ini adalah era baru efisiensi tata kelola pemerintahan", tegas Luhut
Membangun infrastruktur digital itu sama seperti membangun infrastruktur fisik, tidak bisa dilakukan sendirian. Selain kerja terintegrasi lintas kementerian, menjalin kemitraan dengan jaringan global seperti Tony Blair Institute (TBI) sangatlah penting. Hal ini, mendorong Luhut mengundang Tony Blair untuk ikut berkontribusi mempercepat lompatan Perlinsos digital ini ke seluruh pelosok tanah air.
Rencananya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Global DPI Summit pada Maret 2027, diharapkan Kehadiran Tony Blair akan menjadi sinyal kuat bagi kepercayaan global terhadap peta jalan digital yang sedang ditempuh Indonesia.
(Jung)
Komentar