KETAPANG - KPERS, PT.Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR) yang berlokasi di Dusun Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat merupakan perusahaan smelter grade alumina (SGA) pertama di Indonesia.
PT.WHW mempekerjakan sekitar 3.400 orang tenaga kerja yang mana 80% berasal dari Warga Kalimantan Barat. Dan10% lainya berasal dari bagian Indonesia lainya serta 10% tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok.
Seorang mantan karyawan PT.WHW yang tidak mau identitasnya disebutkan mengatakan, dirinya keluar dari perusahaan ini karena tidak tahan dengan perlakuan para tenaga kerja asing terhadapnya yang berlaku kasar mengintimidasi dan main lempar skop ketika melakukan teguran waktu bekerja, ungkap sumber (17/5/2026).
Dari kejadian ini tergambar hubungan industrial di PT.WHW AR terjadi kesenjangan antara tenaga kerja asing (TKA) dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) terjadi konflik horizontal.
Struktur dominasi TKA di PT.WHW asal Tiongkok memicu keprihatinan warga lokal yang merasa diberlakukan semena- mena oleh TKA.
Dibalik megahnya pabrik pengolahan bauksit PT.WHW warga lokal dijadikan bak penonton di tanahnya sendiri.
Semangat perlawanan dan perjuangan oleh sejumlah TKI, disampaikan para pekerja lokal lewat unjuk rasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR-D) dan Kantor Bupati Ketapang pada 28 Oktober 2025 akhir tahun lalu.
Sangat disayangkan, hingga kini tidak ada tindakan yang berarti dilakukan Pemerintah mengenai penanganan sosial tenaga kerja di PT.WHW ini.
Dikabarkan, pemutusan hubungan kerja (PHK) sering terjadi sepihak dan sistem pengupahan yang tidak adil dialami karyawan lokal, yang akhirnya menimbulkan karyawan lokal mengundurkan diri.
Investasi dari Negara Asing diharapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, disisi lain menimbulkan penderitaan bagi warga negara yang terlibat langsung sebagai pekerja.
Pemerintah Indonesia perlu turun tangan meninjau persoalan kesenjangan antara TKA dengan TKI agar persoalan ini bisa terselesaikan.
(Tim)
Komentar