PARIS - KPERS, Sejumlah negara di Eropa mencatat suhu memecahkan rekor akibat gelombang panas yang datang lebih awal dari biasanya. Kondisi ini memicu peringatan kesehatan dan kekhawatiran meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem.
Prancis melaporkan tujuh kematian terkait langsung atau tidak langsung dengan gelombang panas, termasuk kasus tenggelam dan insiden saat acara olahraga. Negara itu juga mencatat suhu Mei terpanas sepanjang sejarah.
Inggris turut melaporkan beberapa kematian terkait air selama gelombang panas. Pihak berwenang mendesak warga berhati-hati di sungai, danau, serta daerah pesisir.
Di Spanyol, Badan Meteorologi Negara AEMET mencatat rekor suhu baru untuk Mei pada 27 Mei. Kota Zamora mencapai 36°C (96,8°F), pertama kalinya sepanjang data lebih dari satu abad. Rekor sebelumnya 35°C tercipta tahun lalu.
Italia memberlakukan peringatan gelombang panas level merah di Roma, Florence, Turin, dan Bologna. Suhu diprediksi naik hingga 35°C dengan risiko kesehatan tinggi, terutama bagi lansia, anak-anak, dan penderita penyakit bawaan.
Swiss juga mencatat suhu malam luar biasa hangat pada 28 Mei. MeteoSwiss melaporkan suhu minimum 20,1°C di Neuchatel dan 19°C di Changins.
Jika terverifikasi, keduanya memecahkan rekor Mei sebelumnya yang tercatat pada 2009 dan 2020.
Para ahli meteorologi menyebut gelombang panas ini menyebabkan suhu jauh di atas rata-rata musiman di sebagian besar Eropa Barat dan Selatan.
*****
Komentar