JAKARTA - KPERS, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengadakan diskusi dengan Dewan Ekonomi Nasional di Wisma Danantara (13/3/2026) guna membahas kondisi ekonomi nasional ditengah situasi global yang semakin tidak menentu.
Prabowo memberikan instruksi tegas untuk mempercepat swasembada energi agar kita perlahan lepas dari ketergantungan energi fosil.
Presiden menekankan efisiensi melalui digitalisasi pemerintahan, termasuk pilot projek penyaluran bantuan sosial secara digital agar lebih tepat sasaran.
Deregulasi melalui penguatan sistem OSS dan implementasi PP no.28 tahun 2025 menjadi kunci agar iklim usaha Indonesia tetap kompetitif.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, sebagai fungsi tugas memberi nasihat dan rekomendasi kebijakan ekonomi strategis kepada Presiden, Luhut menyampaikan bahwa dunia sedang menghadapi "perfect Strom". Eskalasi konflik di Timur Tengah terjadi saat pemulihan ekonomi dunia belum stabil.
Dampaknya sangat nyata terhadap rantai pasok energi global. Luhut melaporkan kepada Presiden bahwa benteng pertahanan energi Indonesia saat ini masih cukup kokoh. Pasokan BBM dan gas nasional masih mencukupi.
Meskipun begitu, Dewan ekonomi nasional akan terus memantau fluktuasi harga energi global setiap waktu untuk kemudian menyiapkan mitigasi agar dampak terhadap APBN tetap terkendali.
(Jung)
Komentar