Dampak Perang As-Israel-Iran, Minyak Dunia Tembus US$ 108

Dampak Perang As-Israel-Iran, Minyak Dunia Tembus US$ 108



SINGAPURA - KPERS, Konflik yang semakin memanas antara Amerika Serikat (AS)- Israel-Iran berdampak pada aliran minyak yang semakin berkurang hingga sekitar dua puluh juta barel setiap harinya.


Penutupan Selat Hormuz memicu kekhwatiran akan krisis energi berkepanjangan di pasar Internasional. Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak dan gas dunia yang dilewati seperlima kapal tanker global ditutup satu Minggu penuh, sehingga peredaran minyak dunia dinyatakan terganggu.


Perusahaan minyak nasional Kuwait mengumumkan pemangkasan produksi sebagai langkah pengamanan sementara ditengah serangan balasan dari Iran yang terus berlanjut.


Harga West Texas Internasional minyak mentah Amerika Serikat juga melonjak sembilan belas koma enam persen menjadi seratus delapan koma satu dolar AS per barel saat pembukaan perdagangan di Asia Pasifik.


Presiden AS Donald Trump memberi komentar lewat media sosialnya, Minggu (8/3/2026) menyebut lonjakan minyak saat ini harga kecil yang harus dibayar demi keamanan dan perdamaian AS serta dunia.


Trump menegaskan, harga minyak akan turun drastis dan normal kembali begitu ancaman nuklir Iran berhasil dihancurkan sepenuhnya.


Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa kelanjutan serangan Amerika Serikat serta Israel berpotensi mendorong harga minyak melampaui dua ratus dolarAS per barel. Peringatan ini disampaikan setelah serangan akhir pekan lalu yang menyasar berbagai lokasi energi penting di wilayah Iran.


Data pasar menunjukkan Wall Street diperkirakan akan dibuka dengan penurunan signifikan akibat sentimen negatif dari lonjakan harga minyak dan ketidakpastian geopolitik.

(Jung)